Ketaatan Yusuf

Filed under: by:

Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Matius 1:24)

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Yohanes 4-5


Jika menuruti keinginan hatinya, Yusuf bisa saja pergi meninggalkan Maria, tunangannya yang sedang mengandung bukan karena berhubungan dengannya. Ia bisa punya banyak alasan untuk menceraikan Maria; orang tak akan menyalahkan keputusannya. Tetapi, ia tidak melakukannya. Ia tidak mengambil pilihan itu. Yusuf memilih untuk menaati perintah Allah, agar ia memperistri Maria selamanya. Ia percaya akan kata-kata malaikat Tuhan dalam mimpinya malam itu.

Sebuah keputusan yang jarang dan mungkin belum pernah diambil oleh seorang pria: mengetahui tunangannya hamil bukan karena perbuatannya dan tetap mempertahankan hubungan tersebut. Yusuf berani mengambil keputusan itu dan bersedia menanggung segala risiko yang pasti tidak mudah. Ia harus bertahan menghadapi gunjingan orang atas kondisi Maria yang hamil sebelum mereka menikah. Begitu menikah, ia sudah harus repot menjaga Maria dan mempersiapkan kelahiran bayinya.

Dalam hidup ini, tak jarang kita mengalami perkara yang tidak kita inginkan atau tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Bisa jadi kita harus ikut menanggung konsekuensi tindakan orang lain. Masih maukah kita mendengarkan dan menaati Tuhan untuk tetap tinggal dan menyelesaikan perkara tersebut sekalipun harus menghadapi risiko yang berat? Bukan sebuah pilihan yang menyenangkan dan mudah jika kita tidak mengerti rencana indah di balik perkara tersebut. Kita hanya bisa menyelesaikan dan melewati perkara itu dengan bersandar dan percaya sepenuhnya akan rencana indah-Nya.

KETAATAN KEPADA KEHENDAK ALLAH ADALAH RAHASIA
UNTUK MEMPEROLEH WAWASAN DAN PENGETAHUAN ROHANI.—Eric Liddle
Yayasan Gloria